Halaman

Sabtu, 30 November 2019

Cara menanam menggunakan hidroponik

Cara menanam hidroponik
Ada beberapa cara untuk melakukan bertanam hidroponik
1. Cara menanam hidroponik menggunakan NFT (Nutrient Film Technique)
Cara ini merupakan cara paling populer yang digunakan oleh banyak orang dalam mengaplikasikan cara menanam hidroponik.

Cara menanam :
Siapkan beberapa pipa atau talang, dan pompa.
Lubangi pipa sesuai dengan panjangnya. Pastikan jarak satu lubang dan lubang yang lain sama.
Susun pipa atau talang yang dipersiapkan untuk menjadi tempat menanam tanaman.
Siapkan penampung pada ujung pipa yang lebih rendah.
Pasang pompa untuk mengalirkan air nutrisi agar alirannya maksimal
Cara satu ini memiliki konsep dasar menanam akar tanamannya tumbuh pada bagian lapisan nutrisi yang tidak dalam dan menjaga sirkulasinya agar tanaman tetap mendapat nutrisi, oksigen, dan air secara baik dan tercukupi.

2. Cara menanam hidroponik menggunakan WICK
Cara kedua menanam hidroponik ini juga tidak kalah terkenal dengan cara pertama. Cara ini disukai karena pembuatannya yang mudah serta bahan-bahan yang mudah didapatkan serta murah. Bahkan Anda bisa menggunakan barang bekas.

Anda hanya perlu menyiapkan :

Botol air mineral 1
Alat pemotong
Sumbu kompor atau kain flanel
Alat untuk melubangi bisa berupa solder atau paku
Air nutrisi

Cara membuat :
Potong botol bekas menjadi 2 bagian.
Lubangi tutup botol.
Gabungkan ke dua bagian botol. Caranya adalah dengan membalik bagian moncong botol menghadap ke bawah.
Pasang sumbu kompor atau kain flanel pada lubang di tutup botol, pastikan sumbu atau kain bisa menyerap air nutrisi.
Tanam bibit tanaman pada bagian atas botol dengan tanah secukupnya.
Isi bagian botol bawah dengan air nutrisi
Dengan memakai ke dua cara menanam sayuran dan cara menanam tumbuhan dengan cara hidroponik, Anda bisa menghemat tempat dan waktu untuk perawatan. Semoga bermanfaat.

Selamat mencoba semoga sukses.

TIPE MENGATASI KEMARAU PANJANG

Cara mengatasi kekeringan dengan embung 
Cara mengatasi kekeringan yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan membuat embung alias penampung air hujan. Nantinya, embung ini dapat digunakan sebagai penyedia air ketika musim kemarau panjang tiba. Embung ini dapat membantu untuk mengairi tanaman-tanaman yang ‘terjebak’ ketika musim kemarau tiba, sehingga tanaman-tanaman tersebut tidak akan mati karena kekurangan air. Cara ini cukup efektif dan dapat digunakan oleh para petani, mengingat seringnya terjadi gagal panen karena kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan. Pertimbangkanlah seberapa banyak air yang akan dibutuhkan ketika membuat embung. Semakin besar embung yang dibuat maka akan semakin banyak pula air yang tertampung, maka akan semakin banyak pula lahan dan tanaman yang dapat diairi. 

Cara mengatasi kekeringan dengan memelihara waduk 
ketika musim kemarau banyak sumber air yang mengalami kekeringan. Misalnya, waduk. Untuk mengatasi hal tersebut maka cara mengatasi kekeringan yang dapat dilakukan adalah dengan mencegah waduk mengalami pendangkalan. Pasalnya, jika terjadi pendangkalan maka kapasitas air dalam waduk akan berkurang dan menyebabkan waduk menjadi cepat kering ketika musim kemarau tiba. Penyebab dari pendangkalan ini adalah karena adanya sedimentasi butiran tanah yang dibawa oleh aliran sungai dari daerah hulu akibat dari rusaknya ekosistem hulu. Untuk menghindari pendangkalan waduk ini, maka perlu dilakukan pengerukan agar waduk menjadi lebih dalam lagi. Dengan begitu, waduk pun mampu menampung air lebih banyak lagi.